Oleh Sam May · Pendiri Inkfluence AI · · Also in English · AI pembuat buku · AI pembuat novel

Cara Membuat Ebook dengan AI

Panduan lengkap dari ide sampai file yang siap dijual: menulis isinya, memilih format, membuat sampul, dan memutuskan di mana menjualnya. Dalam bahasa Indonesia, gratis untuk memulai.

Tanpa kartu kredit Hak komersial penuh PDF, EPUB, DOCX Sampul termasuk
Meja kayu dengan laptop yang menampilkan aplikasi penulisan buku berbahasa Indonesia berjudul Panduan Praktis untuk Freelancer Kreatif, dengan daftar sepuluh bab dan kotak dialog Ekspor buku yang menawarkan pilihan format PDF, EPUB, dan DOCX. Di sampingnya ponsel menampilkan halaman penjualan ebook tersebut seharga Rp89.000 dengan tombol Beli sekarang, secangkir kopi, dan buku catatan berisi daftar harga paket jasa.

Jawaban singkat

Membuat ebook dengan AI ada enam langkah: tentukan pembaca dan hasilnya, tulis deskripsi singkat, periksa kerangka bab, biarkan isinya ditulis, sunting dengan menambahkan contoh nyata dari pengalamanmu, lalu buat sampul dan pilih format sesuai tempat kamu menjualnya. Bagian menulisnya cepat, dan justru itu bukan bagian yang menentukan. Yang menentukan hasil akhirnya adalah penyuntingan dan pilihan format. Di Inkfluence AI naskahnya ditulis langsung dalam bahasa Indonesia, dan paket gratis sudah cukup untuk membuat ebook pendek yang boleh dijual. Satu hal yang perlu diketahui sejak awal: Amazon KDP tidak menerima bahasa Indonesia, jadi rencana penjualannya berbeda dari yang biasa disarankan panduan terjemahan.

Pertanyaan yang paling sering muncul

Berapa lama membuat ebook dengan AI?

Kerangka bab muncul dalam hitungan menit dan semua bab non-fiksi ditulis serentak. Yang menentukan total waktunya adalah penyuntingan, bukan penulisan.

Apakah gratis?

5 bab untuk memulai ditambah 5 bab setiap bulan, dengan ekspor PDF dan hak komersial penuh. Ebook yang dibuat di paket gratis boleh dijual.

Format apa yang saya butuhkan?

PDF untuk penjualan langsung, EPUB untuk toko buku digital, DOCX untuk penerbit. Tentukan di awal, bukan di akhir.

Di mana menjualnya?

Google Play Books, penjualan langsung lewat Gumroad, penerbit lokal, atau sebagai materi kelas. Amazon KDP tidak menerima bahasa Indonesia.

Ebook atau buku cetak, mana yang kamu butuhkan?

Pertanyaan ini sering dilewati, padahal jawabannya mengubah hampir semua keputusan berikutnya, mulai dari panjang naskah sampai harga.

Aspek Ebook Buku cetak
Biaya awal Nol, tidak ada cetak dan tidak ada stok Biaya cetak per eksemplar, plus risiko sisa stok
Waktu sampai bisa dijual Hitungan hari Berminggu-minggu, tergantung percetakan
Margin per penjualan Jauh lebih besar, tidak ada biaya bahan Terpotong biaya cetak dan pengiriman
Pengiriman Otomatis, file langsung terkirim Perlu diurus, termasuk ongkir dan retur
Yang lebih dihargai pembaca Panduan praktis yang langsung dipakai Buku yang ingin disimpan atau dihadiahkan

Untuk sebagian besar orang yang baru mulai, ebook adalah pilihan yang lebih masuk akal: tidak ada biaya di muka, tidak ada stok yang menumpuk, dan kalau isinya perlu diperbaiki kamu tinggal mengunggah ulang filenya. Buku cetak baru masuk akal setelah kamu tahu ada yang mau membeli.

Enam langkah membuat ebook dengan AI

1

Tentukan pembaca dan hasilnya

Sebelum menulis apa pun, tuliskan satu kalimat: ebook ini untuk siapa, dan setelah membacanya dia bisa melakukan apa. Semua keputusan berikutnya jadi lebih mudah setelah kalimat ini ada.

2

Tulis deskripsinya

Sebutkan topik, pembaca, hasil yang dituju, dan konteks lokal kalau relevan. Empat hal ini biasanya muat dalam lima puluh kata dan itu sudah cukup.

3

Periksa kerangka babnya

Kerangka adalah titik termurah untuk mengubah arah. Cari dua bab yang membahas hal yang sama, dan lompatan yang terlalu jauh antar bab.

4

Biarkan isinya ditulis

Untuk ebook non-fiksi semua bab dikerjakan serentak. Prosesnya berjalan di server, jadi kamu boleh menutup laptop.

5

Sunting dan tambahkan pengalamanmu

Bagian yang membuat ebook-nya layak dibayar: contoh nyata, angka, dan hal yang hanya kamu tahu dari pekerjaanmu.

6

Buat sampul, pilih format, lalu jual

Sampul dibuat di aplikasi yang sama. Format ditentukan oleh tempat kamu menjualnya, dan itu dibahas lengkap di bawah.

Kenapa ditulis langsung dalam bahasa Indonesia itu penting

Menulis dalam bahasa Inggris lalu menerjemahkan terdengar sama saja, tapi tidak. Terjemahan yang bagus pun tetap membawa asumsi dari teks aslinya, dan untuk ebook yang dijual, asumsi itu langsung terasa oleh pembeli.

Yang bocor dari naskah terjemahan

  • Contoh kasus memakai perusahaan yang tidak dikenal pembaca di sini.
  • Angka dalam dolar tanpa konteks, atau harga yang tidak masuk akal untuk pasar lokal.
  • Saran yang mengandaikan sistem pembayaran dan perbankan yang berbeda.
  • Idiom yang diterjemahkan harfiah dan terasa janggal.

Yang berubah kalau ditulis native

  • Contohnya bisa berupa warung, UMKM, koperasi, atau kelas online.
  • Angkanya dalam rupiah dan pada skala yang benar.
  • Istilah yang memang dipakai orang, bukan calque dari bahasa Inggris.
  • Nada yang konsisten sepanjang naskah.

Cara memanfaatkannya sederhana: sebutkan konteks lokal di deskripsimu. Pembaca yang merasa contohnya sesuai dengan keadaannya jauh lebih mungkin menyelesaikan bacaannya, dan jauh lebih mungkin merekomendasikannya.

Di mana menjualnya, dan file apa yang dibutuhkan

Ini bagian yang paling sering salah di panduan berbahasa Indonesia, karena banyak di antaranya terjemahan yang menganggap Amazon KDP sebagai jalur standar. Untuk naskah berbahasa Indonesia, KDP bukan pilihan.

Infografik berjudul Format apa yang kamu butuhkan. Google Play Books memerlukan EPUB, penjualan langsung memerlukan PDF, penerbit lokal memerlukan DOCX, dan materi kelas memerlukan PDF. Amazon KDP ditandai silang karena tidak menerima bahasa Indonesia.
Tujuan Format Sampul Catatan
Google Play Books EPUB Sisi terpanjang minimal 1.600 piksel Menerima semua bahasa, termasuk bahasa Indonesia
Penjualan langsung (Gumroad, media sosial) PDF Persegi panjang, terbaca saat kecil Paling sederhana, pembeli langsung mengunduh filenya
Penerbit lokal DOCX Biasanya diurus penerbit Naskah rapi lebih penting daripada desain
Materi kelas atau pelatihan PDF Sesuai identitas kelasmu Sertakan ruang catatan dan latihan
Amazon KDP Tidak tersedia Tidak berlaku KDP tidak mendukung bahasa Indonesia

Untuk penjualan langsung, Gumroad terhubung dari dalam aplikasi, dan biayanya 10 persen ditambah 0,50 dolar AS per transaksi untuk penjualan yang kamu bawa sendiri. Kalau tujuanmu Amazon, satu-satunya jalan adalah menulis ebook-nya dalam bahasa Inggris sejak awal, dan aturan deklarasi AI-nya dijelaskan di panduan kebijakan KDP.

Panjang, harga, dan tujuan: memilih bentuk ebook-mu

Harga mengikuti hasil yang kamu janjikan, bukan jumlah halaman. Ini kerangka yang biasanya masuk akal.

Jenis Panjang Harga Tujuannya
Lead magnet 3 sampai 5 bab Gratis, ditukar alamat email Membangun daftar kontak
Panduan pendek 5 sampai 8 bab Harga masuk yang rendah Pembelian pertama, membangun kepercayaan
Panduan lengkap 8 sampai 12 bab Harga menengah Produk utama yang berdiri sendiri
Pendamping kelas Mengikuti jumlah sesi Termasuk dalam biaya kelas Menaikkan nilai kelas yang sudah berjalan

Satu pola yang berulang: ebook pendek yang menyelesaikan satu masalah spesifik hampir selalu lebih laku daripada ebook tebal yang membahas topik luas. Pembeli membayar untuk kejelasan, bukan untuk jumlah halaman. Kalau kamu ragu, buat yang pendek dulu, lihat responsnya, baru perdalam.

Sampul: satu-satunya bagian yang dilihat sebelum orang membaca apa pun

Sampul ebook dinilai dalam ukuran yang jauh lebih kecil daripada yang kamu lihat saat mendesainnya. Calon pembeli melihatnya sebesar ibu jari di layar ponsel, berdampingan dengan puluhan sampul lain. Itu mengubah aturan mainnya.

Yang berhasil di ukuran kecil

  • Judul pendek dengan huruf besar dan tebal.
  • Kontras kuat antara teks dan latar.
  • Satu elemen visual saja, bukan tiga.
  • Ruang kosong yang cukup di sekitar judul.

Yang hilang saat diperkecil

  • Subjudul panjang yang jadi tidak terbaca.
  • Foto detail yang berubah jadi bercak warna.
  • Huruf tipis atau huruf sambung.
  • Warna teks yang mirip dengan latarnya.
Perbandingan dua sampul buku. Kiri, terbaca saat kecil: sampul kuning berjudul Berani Berubah dengan huruf tebal besar, masih terbaca jelas saat diperkecil seukuran ibu jari. Kanan, hilang saat diperkecil: sampul foto pemandangan berjudul Jejak Nusantara dengan subjudul panjang, yang berubah menjadi bercak tidak terbaca saat diperkecil.

Cara mengujinya cepat: perkecil sampulmu sampai selebar dua sentimeter di layar. Kalau judulnya masih terbaca, sampulnya siap. Kalau tidak, perbesar hurufnya dan buang satu elemen. Perancang sampul ada di aplikasi yang sama, jadi pengujian ini bisa dilakukan berulang tanpa biaya.

Mendapatkan pembaca pertama tanpa iklan

Ebook yang selesai tapi tidak dibaca siapa pun adalah hasil yang paling umum, dan penyebabnya jarang kualitas isinya. Penyebabnya hampir selalu sama: penulisnya baru memikirkan pembaca setelah filenya jadi. Beberapa cara yang bekerja tanpa biaya iklan, diurutkan dari yang paling sering berhasil.

Bagikan satu bab, bukan ringkasan

Ringkasan meminta orang percaya. Satu bab utuh membiarkan mereka menilai sendiri. Pilih bab yang menyelesaikan satu masalah kecil sampai tuntas, lalu bagikan sebagai PDF terpisah. Orang yang merasa terbantu oleh satu bab jauh lebih mudah membeli sisanya.

Tulis untuk orang yang sudah mengenalmu lebih dulu

Kalau kamu sudah punya kelas, klien, komunitas, atau daftar kontak, ebook pertamamu sebaiknya menjawab pertanyaan yang paling sering mereka ajukan. Pasarnya sudah ada dan sudah percaya padamu. Ini juga alasan buku pendamping kelas jadi jenis non-fiksi kedua terbanyak di data kami.

Pakai versi gratis sebagai pintu masuk

Ebook pendek yang dibagikan gratis untuk ditukar alamat email membangun daftar kontak yang bisa kamu pakai berkali-kali. Ini yang biasa disebut lead magnet, dan bentuknya cukup 3 sampai 5 bab.

Minta umpan balik dari lima pembaca pertama

Tanyakan dua hal saja: bagian mana yang paling berguna, dan bagian mana yang membingungkan. Jawabannya biasanya menunjukkan bahwa satu bab perlu diperbaiki dan satu bab bisa dibuang. Karena ini ebook, memperbaikinya cukup dengan mengunggah ulang.

Satu hal yang perlu diluruskan: menaikkan harga bukan cara menaikkan penghasilan kalau belum ada yang membeli. Yang menaikkan penghasilan pertama adalah jumlah orang yang tahu ebook-mu ada, dan itu pekerjaan yang sebaiknya dimulai sebelum naskahnya selesai, bukan sesudah.

Panduan lengkap: dari ide sampai penjualan pertama

Mulai dari masalah, bukan dari topik

Topik adalah wilayah, masalah adalah alasan orang membayar. "Pemasaran digital" adalah topik dan tidak ada yang membelinya. "Cara mendapatkan sepuluh pelanggan pertama tanpa iklan berbayar" adalah masalah, dan orang yang sedang mengalaminya akan membayar untuk jalan keluarnya. Perbedaan ini menentukan hampir semua hal setelahnya, termasuk berapa panjang ebook-mu dan berapa harganya.

Cara mengujinya: tuliskan masalahnya sebagai kalimat yang akan diucapkan pembacamu sendiri. Kalau kalimat itu terdengar seperti sesuatu yang benar-benar dikeluhkan orang, kamu sudah punya ide yang cukup sempit.

Kumpulkan bahannya sebelum mulai menulis

Ini langkah yang paling sering dilewati, dan yang paling menentukan apakah ebook-mu selesai. Sebelum menulis apa pun, kumpulkan contoh nyata yang akan kamu masukkan: angka dari pekerjaanmu, kasus yang pernah kamu tangani, kesalahan yang pernah kamu buat. Simpan dalam satu catatan.

Alasannya praktis. Draf pertama akan datang cepat, dan penyuntingan adalah tahap terlama. Kalau bahannya sudah siap, penyuntingan berubah dari mencari-cari menjadi menempelkan. Itu perbedaan antara ebook yang selesai dan ebook yang berhenti di folder.

Tulis, lalu potong tanpa ragu

Setelah kerangka disetujui, semua bab non-fiksi dikerjakan serentak dan prosesnya berjalan di server. Saat drafnya siap, baca dengan satu pertanyaan: bab ini mengubah sesuatu untuk pembaca, atau hanya menjelaskan sesuatu kepadanya. Bab yang hanya menjelaskan perlu tambahan contoh, atau perlu dibuang.

Memotong terasa berlawanan dengan naluri, apalagi kalau tulisannya sudah rapi. Tapi ebook yang padat dibaca sampai habis, dan ebook yang dibaca sampai habis yang menghasilkan rekomendasi.

Siapkan tiga hal sebelum mengunggah

Judul yang menyebut hasil, sampul yang terbaca sekecil ibu jari, dan deskripsi yang membuka dengan masalah pembaca. Ketiganya menentukan apakah ebook-mu dibuka orang, dan ketiganya sering dikerjakan terburu-buru di menit terakhir. Berikan waktu satu jam khusus untuk ini, terpisah dari pekerjaan menulis.

Jual, lalu perbaiki

Keuntungan ebook dibanding buku cetak: kamu bisa memperbaikinya kapan saja. Setelah beberapa pembeli pertama, tanyakan bagian mana yang paling berguna dan bagian mana yang membingungkan. Perbaiki, unggah ulang, selesai. Tidak ada stok lama yang harus dihabiskan dulu, dan itu membuat menerbitkan ebook pertama jauh lebih ringan risikonya daripada yang biasa dibayangkan orang.

Berapa lama sebenarnya sampai bisa dijual?

Bagian menulisnya cepat, dan itu bukan bagian yang menentukan. Gambaran yang realistis, bukan yang paling optimistis:

Tahap Waktu khas Yang menentukan cepat atau lambat
Menentukan pembaca dan hasil 1 sampai 3 hari Seberapa jelas kamu tahu untuk siapa ebook ini
Kerangka bab Beberapa menit, plus waktu memeriksa Seberapa teliti kamu membacanya ulang
Penulisan semua bab Dikerjakan serentak Jumlah bab
Penyuntingan Bagian terlama Seberapa banyak contoh nyata yang sudah kamu punya
Sampul dan deskripsi Beberapa jam Sudah tahu tujuan penjualannya atau belum
Unggah dan jual Kurang dari satu jam Format sudah benar sejak awal atau belum

Dari data kami, 37,1 persen buku berbahasa Indonesia diekspor setidaknya sekali. Selisih antara yang mulai menulis dan yang benar-benar sampai ke file jadi hampir selalu ada di tahap penyuntingan, bukan di tahap menulis. Itu sebabnya mengumpulkan bahan sebelum mulai jauh lebih berpengaruh daripada menulis lebih cepat.

Ukuran file dan kenyamanan membaca di ponsel

Sebagian besar pembaca ebook di Indonesia membukanya di ponsel, sering dengan kuota yang dihitung. Dua hal itu jarang dipikirkan saat menyusun ebook, padahal keduanya menentukan apakah file-mu benar-benar dibuka setelah dibeli.

Yang membuat file membengkak

  • Gambar beresolusi cetak yang dipakai untuk file digital.
  • Foto latar di setiap halaman pembuka bab.
  • Tangkapan layar penuh yang sebenarnya hanya perlu sebagian.

Yang membuatnya nyaman dibaca

  • Paragraf pendek, tiga sampai empat kalimat.
  • Subjudul yang sering, supaya pembaca bisa berhenti dan kembali.
  • Daftar bernomor untuk langkah, bukan paragraf panjang.
  • Satu gagasan per halaman kalau formatnya PDF.

Kalau ebook-mu banyak gambar, EPUB biasanya lebih ramah daripada PDF karena teksnya menyesuaikan lebar layar dan pembaca tidak perlu memperbesar tampilan terus-menerus. Kalau tata letaknya penting, misalnya untuk lembar kerja atau materi kelas yang akan dicetak peserta, PDF tetap pilihan yang benar. Uji hasilnya di ponselmu sendiri sebelum menjual: buka filenya seperti pembeli akan membukanya, dan baca satu bab penuh.

Lima kesalahan yang paling sering terjadi

1. Menentukan format di akhir

Tujuan penjualan menentukan formatnya. Memutuskan setelah naskah selesai sering berarti mengulang bagian tata letak dan sampul.

2. Membuatnya terlalu panjang

Panjang bukan nilai. Panduan 8 bab yang menyelesaikan satu masalah lebih dihargai daripada 20 bab yang setengahnya pengulangan.

3. Sampul yang hanya bagus di ukuran besar

Calon pembeli melihat sampulmu sebesar ibu jari di layar ponsel. Kalau judulnya tidak terbaca di ukuran itu, sampulnya belum selesai.

4. Menjual draf pertama

Draf pertama sudah rapi, dan itu yang menipu. Tanpa contoh nyata dari pengalamanmu, isinya terasa seperti artikel panjang.

5. Mengikuti panduan terjemahan soal penjualan

Banyak panduan berbahasa Indonesia adalah terjemahan dan tetap mengarahkan ke Amazon KDP, padahal KDP tidak menerima bahasa Indonesia.

Sumber dan rujukan

Amazon KDP tidak mendukung bahasa Indonesia. Daftar bahasa yang didukung untuk ebook dan buku cetak diterbitkan Amazon di halaman bantuan KDP, dan bahasa Indonesia tidak ada di dalamnya.

Google Play Books menerima semua bahasa dan Indonesia termasuk negara tempat penjualan buku didukung, menurut dokumentasi Google Play Books Partner Center.

Biaya Gumroad untuk penjualan yang kamu bawa sendiri adalah 10 persen ditambah 0,50 dolar AS per transaksi, menurut halaman harga Gumroad. Biaya pemrosesan kartu berlaku terpisah.

Hak cipta atas karya yang dibantu AI. Kantor Hak Cipta Amerika Serikat mendaftarkan sebuah karya sebatas bagian yang dikerjakan manusia, sebagaimana dijelaskan dalam panduan Copyright and Artificial Intelligence.

Angka 37,1 persen dihitung dari proyek buku berbahasa Indonesia di Inkfluence AI pada Agustus 2026. Rincian jenis buku ada di halaman AI pembuat buku.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya ebook dengan buku biasa? +
Ebook adalah buku dalam bentuk file, jadi tidak ada biaya cetak, tidak ada stok, dan pengirimannya otomatis. Perbedaan yang lebih penting sebenarnya bukan bentuknya, tapi harapan pembacanya: pembeli ebook umumnya mencari sesuatu yang bisa langsung dipakai, sedangkan pembeli buku cetak lebih sering mencari sesuatu yang ingin disimpan.
Apakah bisa membuat ebook dengan AI secara gratis? +
Bisa. Paket gratis memberi 5 bab untuk memulai ditambah 5 bab setiap bulan, dengan ekspor PDF, perancang sampul dasar, tanpa kartu kredit, dan hak komersial penuh. Artinya ebook yang kamu buat di paket gratis boleh dijual. Yang tidak termasuk adalah ekspor EPUB dan DOCX serta bab tanpa batas.
Format apa yang sebaiknya saya pakai? +
Tergantung tempat menjualnya. PDF untuk penjualan langsung dan materi kelas, EPUB untuk toko buku digital seperti Google Play Books, DOCX kalau naskahnya akan diserahkan ke penerbit atau editor. Menentukan ini di awal menghemat pekerjaan ulang di akhir.
Berapa panjang ebook yang ideal? +
Lebih pendek dari yang kebanyakan orang kira. Lead magnet cukup 3 sampai 5 bab. Panduan yang dijual biasanya 8 sampai 12 bab. Menambah bab supaya terlihat tebal justru menurunkan nilainya, karena pembaca merasa isinya diulur.
Apakah AI-nya menulis langsung dalam bahasa Indonesia? +
Ya, ditulis dalam bahasa Indonesia sejak awal, bukan diterjemahkan dari bahasa Inggris. Bedanya paling terasa pada contoh kasus dan angka: naskah terjemahan sering memakai contoh yang tidak nyambung dengan pembaca di sini.
Di mana ebook bahasa Indonesia bisa dijual? +
Google Play Books menerima semua bahasa dan Indonesia termasuk negara tempat penjualan didukung. Selain itu ada penjualan langsung lewat platform seperti Gumroad, penerbit lokal, dan penjualan sebagai materi pendamping kelas. Amazon KDP tidak mendukung bahasa Indonesia.
Apakah saya perlu mendesain sampul sendiri? +
Tidak. Perancang sampul ada di aplikasi yang sama, jadi tidak perlu pindah ke alat desain lain. Yang penting sampulnya tetap terbaca saat ukurannya sekecil ibu jari, karena itulah ukuran yang dilihat calon pembeli di layar ponsel.
Berapa harga yang pantas untuk ebook saya? +
Harga mengikuti hasil yang kamu janjikan, bukan jumlah halaman. Panduan yang menyelesaikan satu masalah spesifik dan mahal bagi pembacanya bisa dihargai lebih tinggi daripada buku tebal yang topiknya umum. Untuk pembelian pertama, harga masuk yang rendah biasanya lebih efektif membangun kepercayaan.
Apakah hasil AI perlu disunting sebelum dijual? +
Perlu, dan ini yang membedakan ebook yang dibeli ulang dengan yang diminta refund. Draf pertama sudah tersusun rapi, tapi rapi bukan berarti berguna. Tambahkan contoh nyata dan angka dari pengalamanmu di setiap bab.
Bisakah saya mengubah materi yang sudah ada menjadi ebook? +
Bisa. Unggah materi dalam format DOCX, PDF, EPUB, atau TXT, lalu filenya dipecah otomatis menjadi bab yang bisa disunting dan dirapikan. Impor tidak memotong jatah babmu, jadi memindahkan materi lama tidak memakan biaya.
Apakah pembeli bisa membaca ebook saya di ponsel? +
Bisa. PDF terbaca di semua perangkat dengan tata letak yang terkunci, artinya tampilannya sama persis di mana pun dibuka. EPUB menyesuaikan teksnya dengan ukuran layar, jadi lebih nyaman dibaca di ponsel untuk naskah panjang.
Berapa lama sampai ebook saya siap dijual? +
Bagian menulisnya cepat, dan itu bukan bagian yang menentukan. Yang menentukan adalah penyuntingan, dan itu tergantung seberapa siap contoh dan angka yang akan kamu masukkan. Menyiapkan bahan itu sebelum mulai menulis jauh lebih cepat daripada mencarinya saat sedang menyunting.
Apakah ebook hasil AI boleh dijual secara komersial? +
Boleh. Hak komersial penuh ada di semua paket termasuk gratis, tanpa bagi hasil dan tanpa klaim lisensi atas naskahmu. Yang perlu dicek adalah aturan tiap platform tempat kamu menjualnya.
Apakah pembaca bisa tahu ebook ini dibuat dengan AI? +
Draf mentah dari model bahasa mana pun punya pola yang bisa dikenali: kalimat yang terlalu seimbang dan kesimpulan yang terlalu cepat merangkum. Yang menghilangkan pola itu adalah tambahan yang hanya bisa datang darimu, yaitu contoh nyata dan angka. Satu putaran penyuntingan seperti itu mengubah nada seluruh ebook.
Apa bedanya halaman ini dengan halaman AI pembuat buku? +
Halaman ini fokus pada prosesnya dari awal sampai ebook-nya terjual, termasuk format file, sampul, dan tempat menjual. Halaman AI pembuat buku fokus pada penulisan bukunya sendiri: jenis buku, struktur bab, dan kualitas deskripsi. Keduanya memakai alat yang sama.
Bisakah ebook saya dijadikan audiobook? +
Bisa. Setelah naskahnya selesai, ebook bisa dinarasikan menjadi audiobook dengan 40 suara narator dalam 14 bahasa, tanpa perlu merekam sendiri.
Apakah bisa membuat ebook fiksi? +
Bisa, tapi alurnya berbeda karena fiksi butuh konsistensi tokoh antar bab, jadi babnya ditulis berurutan. Halaman AI pembuat novel menjelaskan bagian itu lebih dalam.

Mulai ebook pertamamu

5 bab gratis, tanpa kartu kredit, dan hak komersial penuh sejak paket gratis.

Mulai gratis