This book was created with Inkfluence AI · Create your own book in minutes. Start Writing Your Book
Efek Samping Di Kelas
Romance

Efek Samping Di Kelas

by vonie putri · Published 2026-06-20

Created with Inkfluence AI

5 chapters 11,870 words ~47 min read Indonesian

Romansa SMA tentang dua siswa yang awalnya saling mengganggu

Table of Contents

  1. 1. Keira Mengunci Jarak dari Daren
  2. 2. Tugas Newton Memaksa Satu Kelompok
  3. 3. Daren Menjelaskan Newton Tanpa Banyak Bicara
  4. 4. Keanehan Diperhatikan Nadhira dan Aurelia
  5. 5. Keira Mengakui Daren Bisa Diandalkan

Preview: Keira Mengunci Jarak dari Daren

A short excerpt from “Keira Mengunci Jarak dari Daren”. The full book contains 5 chapters and 11,870 words.

Ujung pensil Keira masih menyisakan seret tipis di kertas latihan, padahal bel sudah dua kali berdentang sejak pelajaran terakhir hari itu. Di telapak tangannya, hangat sisa tinta mengering, sementara suara langkah kaki di lorong perlahan menjauh. Keira menutup ranselnya dengan bunyi “klek” yang tegas, seperti bisa mematikan semua hal yang terjadi kemarin. Hari pertama sekolah - selesai. Kejadian bersama Daren juga, selesai. Ia sudah mengunci kepalanya rapat-rapat: kalau ia terus memikirkan itu, ia yang akan jadi bahan pikirannya sendiri. Keira memilih percaya pada keputusan paling sederhana yang bisa ia buat: menghapus gangguan itu dari daftar kepalanya, bahkan kalau tubuhnya masih ingat betul cara Daren menatapnya saat jam istirahat.


Di ruang kelas XI IPA 2 hari ini, panas lampu neon terasa lengket di kulit. Udara berbau kapur dan kertas baru, bercampur aroma minuman sachet yang ditinggalkan di laci meja orang-orang. Kursi-kursi berjajar rapi, tapi keributan tetap bocor dari sela-sela bangku - tawa, bisik-bisik, bunyi penghapus jatuh, dan derit kursi yang diseret setengah sentimeter terlalu keras. Keira duduk di tempatnya, punggung menempel pada sandaran, menyusun buku-buku dengan jarak sedisiplin mungkin. Ia sengaja tidak menoleh ke sisi kanan, ke tempat Daren biasanya menaruh tasnya. Ia sengaja tidak mencari-cari.


Sayangnya, kelas seperti punya telinga.


“Keira.”


Suaranya tidak keras, tapi cukup untuk membuat bahu Keira kaku. Ia menahan diri untuk tidak menoleh, hanya menggeser pandangannya ke halaman buku yang sudah ia baca dua kali tanpa benar-benar masuk ke otak.


“Ini pulpen kamu,” lanjut Daren, nada datar yang terlalu santai untuk situasi yang seharusnya dianggap normal.


Keira baru menyadari ada benda hitam mengilap diletakkan tepat di tepi meja. Pulpen itu - yang kemarin sempat ia cari-cari karena hilang - mengkilap seolah baru dibeli. Keira menatapnya beberapa detik, lalu menatap kembali halaman buku. Ia membuka mulut, tapi kata-kata yang ingin keluar malah terjebak. Ia memilih diam, sebagai perlawanan kecil.


Daren tidak berhenti. Suara kursi berderit pelan mendekat, dan kehangatan yang tidak ia minta tiba-tiba memenuhi ruang di sampingnya. Keira bisa merasakan keberadaan Daren seperti getaran di udara.


“Kalau kamu gak mau dipinjem, bilang aja,” kata Daren, seolah ia baru saja mengerti sesuatu.


Keira akhirnya menoleh - bukan karena ia ingin, tapi karena kalau ia terus pura-pura tuli, kelas akan terasa semakin sempit. Ia menatap Daren dengan mata yang mencoba dingin, mencoba terlihat tidak terpengaruh.


“Kamu pinjem tanpa izin,” ucap Keira. Kalimatnya pendek, tapi ujungnya tajam.


Daren mengangkat bahu ringan, seperti menganggap itu debat kecil yang bisa diselesaikan dengan senyum.


“Tadi aku liat kamu lagi nyari. Aku bantu.”


“Tolong jangan bantu hal-hal yang kamu sendiri bikin hilang,” balas Keira, suaranya tetap stabil meski dadanya memanas.


Daren mendekatkan wajahnya sedikit, cukup dekat sampai Keira bisa mencium aroma sabun yang dipakai - segar, seperti baru keluar dari kamar mandi pagi. Keira tidak menyukainya. Keira tidak ingin kedekatan itu punya nama.


“Aku gak bikin hilang,” kata Daren, lalu menambahkan dengan nada seolah-olah itu fakta: “Kamu cuma gak ingat taruhannya.”


Keira membuka mulut lagi, tapi suara di belakang kelas memotong. Seorang teman bertukar buku, meja berantakan, dan bel masuk memantul di dinding. Keira menelan rasa kesal dan memaksa dirinya kembali pada latihan. Ia mengatur napas, menahan agar ekspresinya tidak kebaca. Ia sudah hafal bagaimana Daren suka mengomentari mimiknya - komentar kecil yang membuatnya merasa seperti sedang ditelanjangi oleh perhatian.


Satu jam pertama berlalu dengan cara yang paling mungkin: Keira menulis cepat, menutup buku saat guru mendekat, dan menolak menoleh ke kanan. Ia berhasil - hampir. Saat istirahat pertama, ia berdiri mengambil botol minumnya, lalu berhenti sepersekian saat karena bayangan Daren sudah lebih dulu berada di dekat rak minuman. Keira merasakan hal itu sebelum melihatnya. Seperti ada magnet yang menarik keberadaan Daren ke sekitarnya.


“Apa kamu gak capek jadi masalah hidup orang?” tanya Keira pelan tanpa menoleh penuh, hanya menatap botol di tangannya.


Daren berdiri miring. Di tangan kirinya ada tisu yang sudah digulung rapi, di tangan kanannya gelas kecil berisi air. Ia menatap Keira dari samping.


“Aku gak jadi masalah,” jawab Daren. “Kamu aja yang terlalu rewel.”


Keira menggigit bibir. Rewel. Kata itu terdengar konyol untuk orang yang kemarin membuatnya kesal sampai telinga panas. Keira memalingkan wajah, memusatkan diri pada tutup botol yang harus diputar.


Tapi Daren tidak memberi ruang untuk selesai.


“Kamu lagi mikirin aku,” katanya tiba-tiba.


Keira membeku. Bukan karena kata-katanya terdengar manis - tidak. Kata itu terdengar seperti tuduhan yang sengaja dibumbui. Keira menahan diri untuk tidak menoleh, tapi pantulan wajahnya di kaca jendela memperlihatkan betapa sulitnya menutup ekspresi.

...

About this book

"Efek Samping Di Kelas" is a romance book by vonie putri with 5 chapters and approximately 11,870 words. Romansa SMA tentang dua siswa yang awalnya saling mengganggu.

This book was created using Inkfluence AI, an AI-powered book generation platform that helps authors write, design, and publish complete books. It was made with the AI Romance Novel Writer.

Frequently Asked Questions

What is "Efek Samping Di Kelas" about?

Romansa SMA tentang dua siswa yang awalnya saling mengganggu

How many chapters are in "Efek Samping Di Kelas"?

The book contains 5 chapters and approximately 11,870 words. Topics covered include Keira Mengunci Jarak dari Daren, Tugas Newton Memaksa Satu Kelompok, Daren Menjelaskan Newton Tanpa Banyak Bicara, Keanehan Diperhatikan Nadhira dan Aurelia, and more.

Who wrote "Efek Samping Di Kelas"?

This book was written by vonie putri and created using Inkfluence AI, an AI book generation platform that helps authors write, design, and publish books.

How can I create a similar romance book?

You can create your own romance book using Inkfluence AI. Describe your idea, choose your style, and the AI writes the full book for you. It's free to start.

Write your own romance book with AI

Describe your idea and Inkfluence writes the whole thing. Free to start.

Start writing

Created with Inkfluence AI