Sora Dan Janji Rahasia
Created with Inkfluence AI
Romansa remaja tentang perjodohan rahasia, beasiswa, dan cemburu.
Table of Contents
- 1. Gerbang Sekolah Ternama
- 2. Doa yang Memicu Cemburu
- 3. Jejak Beasiswa di Arsip Yayasan
- 4. Pertemuan Rahasia di Balai Kota
- 5. Sahabat Gus Menguatkan Sora
Preview: Gerbang Sekolah Ternama
A short excerpt from “Gerbang Sekolah Ternama”. The full book contains 5 chapters and 10,990 words.
Sepatu Sora masih terasa hangat dari langkah pertama tadi pagi, tapi hangat itu cepat hilang begitu ia berdiri di bawah gerbang Sekolah Menengah Cahaya Insani. Cat putih yang mengilap, papan nama besar, dan deretan pohon rindang yang baru saja menyiram udara membuatnya seperti masuk ke dunia yang tak pernah ia bayangkan bisa disentuh. Di dadanya ada satu suara yang terus mengulang: bertahan. Bukan sekadar bertahan hidup - bertahan supaya beasiswanya tidak jadi angan-angan, supaya ia bisa tetap sekolah tanpa menunggu uang dari rumah yang tak pernah lebih dari cukup untuk beras.
Ia menggenggam map tipis berisi berkas pendaftaran beasiswa yang diselipkan seseorang dari pihak yayasan. Map itu licin di telapak jari, dan bau kertasnya bercampur aroma pembersih lantai yang wangi menyengat. Sora menunduk sebentar, mengingat rencana yang sudah ia susun semalam: mulai dari menghubungi sekretariat yayasan lewat jalur yang benar, lalu ikut tes tambahan jika diminta, dan kalau pun ada wawancara - ia harus terlihat rapi, dewasa, dan yakin. Tidak boleh goyah. Ia anak kampung, beragama, dan cita-citanya tidak bisa ditukar dengan gengsi.
“Mauli Shoranda?” suara seorang petugas penjaga pos gerbang memotong lamunan. Suaranya datar, seperti kebiasaan menempel di setiap wajah yang lewat.
Sora mengangkat kepala. “Iya, Bu.”
Petugas itu menatap map yang ia bawa, lalu mengangguk kecil tanpa senyum. “Lewat lobi utama. Ada pemberitahuan untuk siswa baru. Jangan telat.”
Sora hanya mengangguk lagi. Ia melangkah melewati gerbang, melewati garis cat di lantai yang rapi sampai mengilap. Suara sepatu siswa lain memantul di dinding, bercampur tawa yang seolah tidak pernah kehabisan bahan. Ia merasakan panas matahari di bahu, dan angin dari halaman belakang yang membawa bau tanah basah. Semua terasa terlalu bersih - seolah sekolah ini tidak punya tempat untuk orang yang hidupnya bergantung pada uang yang selalu dihitung.
Di lobi utama, kaca-kaca tinggi memantulkan bayangan anak-anak yang berjalan seperti rombongan. Ada karpet tebal berwarna krem, dan tiang-tiang marmer yang dinginnya terasa bahkan dari kejauhan. Sora menahan napas saat melihat papan pengumuman berukuran besar, lampu-lampu kecil di sekelilingnya membuat kertas-kertas terlihat seperti dipajang untuk sesuatu yang lebih penting dari sekadar jadwal pelajaran.
Ia mencari. Nama beasiswa - Yayasan Bintang Merah - ia sudah tahu harus ada. Tapi yang pertama menarik matanya bukan amplop berlogo yayasan, melainkan selembar kertas yang ditempel lebih tinggi dari yang lain. Kertas itu tidak diberi judul besar. Hanya kalimat singkat, hurufnya rapi, dan ada cap yang membuat Sora merinding tanpa alasan yang bisa ia jelaskan.
“Pemberitahuan khusus. Mohon tidak dibahas di luar lingkungan sekolah.”
Sora menelan ludah. Di bawah kalimat itu ada daftar nama dengan tinta hitam. Ia tidak bisa membaca semuanya dari jarak, tapi satu bagian membuat kepalanya berdenyut: ada kata-kata yang tidak ia harapkan ada di sekolah, di antara jadwal dan aturan seragam. Kata “pertunangan” muncul seperti pisau yang diselipkan di sela kertas.
Sora menahan diri untuk tidak mendekat terlalu lama. Ia ingat pesan dari orang rumah yang terdengar setengah-setengah: “Kalau ada urusan yang tidak bisa kamu pilih, kamu cukup jalani dulu sambil cari jalan keluar.” Kalimat itu diucapkan dengan suara tertahan, seolah yang mengatakan pun tidak yakin bisa tetap tenang.
Ia menggeser posisi, lalu melangkah lebih dekat. Ujung sepatu karpetnya terasa menyerap bunyi. Ia memaksa mata untuk membaca samar-samar baris yang paling bawah - dan di sana, di antara nama-nama yang lain, ada satu nama yang ia kenali dari bisikan yang pernah mampir ke telinganya sejak ia masih kecil: nama calon tunangan yang disebut orang-orang sebagai “anak kawan ayah.”
Sora tidak langsung menangkap wajahnya. Ia hanya menangkap bunyi namanya sendiri dalam satu baris itu, lalu - setelahnya - nama calon itu disebut, tapi ditutup dengan bagian yang disamarkan. Huruf tertentu ditutup tinta tebal, seperti sengaja dibuat agar orang yang membaca tidak bisa menyimpulkan utuh. Namun tetap saja, kesamarannya membuat dada Sora terasa sesak.
“Mauli… Shoranda?” sebuah suara memanggil dari samping.
Sora menoleh cepat. Seorang siswi lebih tua beberapa langkah di belakangnya, rambutnya diikat rapi dan seragamnya tampak baru. Ia menatap papan itu dengan ekspresi datar, tapi matanya bergerak cepat seperti orang yang sudah tahu lebih banyak daripada yang ia katakan.
“Kenapa kamu lihat itu lama banget?” tanya siswi itu, nada suaranya tidak menyerang, tapi ada batas yang ia pakai untuk mengukur.
Sora berusaha tersenyum sopan. “Saya… baru masuk. Saya cari info beasiswa.”
Siswi itu mengangguk pelan, lalu menurunkan suaranya. “Kalau soal beasiswa, ikut jalurnya. Tapi soal pengumuman itu…” Ia menggeser pandangannya ke arah lorong kiri. “Jangan terlalu banyak tanya. Di sini, orang-orang yang tanya duluan biasanya cuma bikin diri sendiri repot.”
...
About this book
"Sora Dan Janji Rahasia" is a romance book by Anonymous with 5 chapters and approximately 10,990 words. Romansa remaja tentang perjodohan rahasia, beasiswa, dan cemburu..
This book was created using Inkfluence AI, an AI-powered book generation platform that helps authors write, design, and publish complete books. It was made with the AI Romance Novel Writer.
Frequently Asked Questions
What is "Sora Dan Janji Rahasia" about?
Romansa remaja tentang perjodohan rahasia, beasiswa, dan cemburu.
How many chapters are in "Sora Dan Janji Rahasia"?
The book contains 5 chapters and approximately 10,990 words. Topics covered include Gerbang Sekolah Ternama, Doa yang Memicu Cemburu, Jejak Beasiswa di Arsip Yayasan, Pertemuan Rahasia di Balai Kota, and more.
Who wrote "Sora Dan Janji Rahasia"?
This book was written by Anonymous and created using Inkfluence AI, an AI book generation platform that helps authors write, design, and publish books.
How can I create a similar romance book?
You can create your own romance book using Inkfluence AI. Describe your idea, choose your style, and the AI writes the full book for you. It's free to start.
Write your own romance book with AI
Describe your idea and Inkfluence writes the whole thing. Free to start.
Start writingCreated with Inkfluence AI